HIK LEARNING CENTER

Mewujudkan insan kharimah yang unggul dan terpercaya berbekal ilmu, iman, dan amal

Saat ini karyawan tidak hanya dipersepsikan sebagai faktor produksi, namun telah beralih menjadi modal utama perusahaan (human capital) dengan tuntutan kompetensi berupa keahlian (skill), pengetahuan (knowledge), dan kemampuan berperilaku (attitude).

Peningkatan kualitas karyawan perlu difasilitasi soft skill dan hard skill sebagai kualifikasi yang menjadi dasar dalam menghadapi persaingan agar perusahaan dapat meraih keuntungan (profit), berkembang (growth), dan berkelanjutan (sustainable).

Pentingnya pengembangan sumber daya manusia juga diperlukan dalam rangka mempersiapkan apabila terjadi penggantian karyawan yang akan pensiun, mutasi dan rotasi, penambahan personalia baru yang sangat signifikan bagi kelangsungan perusahaan. 

Proses pengembangan perusahaan pertama dimulai dari prediksi dan proyeksi yang matang. Kedua penyusunan map and road map perusahaan. Penyusunan peta personalia dan kemampuan personalia

perusahaan. Ketiga kebutuhan pelatihan yang diprogramkan, melalui analisa kebutuhan Diklat. Keempat mempersiapkan dan menyusun bagan mutasi, rotasi, promosi, memilih calon – calon potensial untuk jabatan – jabatan yang tersedia dalam bagan pergantian jabatan.

Status, fungsi dan peran suatu jabatan disusun atas peringkat/level berdasar kajian model bisnis yang telah ditetapkan. PT Induk HIK telah menetapkan HRCM  dan Balance Score Card sebagai model SDM dan model bisnis. Berdasar dua model tersebut Katalog Pelatihan disusun.

Demikian kerangka kebijakan pengembangan sumber daya manusia direncanakan. Semoga semakin berkembang dan terus maju kedepannya. Amin

TRAINER

<strong>Delyuzar Syamsi, S.E. MBA</strong>
Delyuzar Syamsi, S.E. MBA

Karirnya diawali tahun 1993 menangani kredit segmen retail, middle, corporate, kartu kredit, hingga mengikuti international banking officer Bank BNI Hongkong.

<strong>Irdanuraprida Idris,</strong> <strong>SH, MH</strong><br>
Irdanuraprida Idris, SH, MH

Menguasai Hukum Perbankan dan Kapita Selekta Hukum Perbankan , Pasar Modal, Bank, Asuransi dan Hukum Islam.
<strong>Ita Sitasari, S.Pd, M.Si, CIFP</strong>
Ita Sitasari, S.Pd, M.Si, CIFP

Praktisi perbankan, trainer, dan asesor yang menguasai conventional and shariah banking operation, financial institutions non banking, banking products, policies & regulatories, risk management, compliance, audit, capital market, governance & control.

<strong>R. Hendro, ST</strong>
R. Hendro, ST

Training For Banking & Konsultan Hukum, Investigation Private, Intelegent Private, Saksi Ahli Persidangan & Perdata, Memeriksan Dokumen, Uang Palsu, Tanda Tangan dan Tulisan Tangan dengan Metode Forensic.
<strong>Ir. Deddy Hermania Iskandar</strong>
Ir. Deddy Hermania Iskandar

Praktisi ahli yang berpengalaman lebih dari 20 tahun di dunia perbankan. Pensiunan bankir ini tetap enerjik dan berhasil menyelesaikan jenjang karir formal di Bank Mandiri sebagai Vice President (VP).

<strong>Helmi Hidayat, SIP</strong>
Helmi Hidayat, SIP

Merupakan alumni FISIP Universitas Padjadjaran, Bandung . Pria kelahiran Bandung tahun 1977 ini telah lama bergabung dengan BPRS Harta Insan Karimah (HIK) Parahyangan yakni sejak  tahun 2008.

TESTIMONI

Slide
PlayPlay
Adelia
BPRS HIK Parahyangan
PlayPlay
Asiful Umam
BPRS Suriyah
PlayPlay
Hendra
Bank MNC
Slide
PlayPlay
Yuli
PT TGS - AU Partner
PlayPlay
Ronald
BPRS Al Wadiah
PlayPlay
Tary
RS Citra Husada
previous arrow
next arrow

Langkah dan cara efektif apa yang mesti dilakukan untuk menjawab pertanyaan berikut :

  • Mengapa tingkat kesehatan bank berubah dari model CAMEL menjadi RBBR ?
  • Bagaimana cara membuat profil risiko, tata kelola, rentabilitas, dan permodalan ?  
  • Kapan POJK Nomor 3/POJK.03/2022 dan SEOJK Nomor 11/2022 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan BPRS wajib diterapkan ?
  • Apa konsekuensinya jika tidak menaati aturan ?

Tingkat Kesehatan Bank merupakan parameter untuk mengetahui kinerja dan kondisi BPRS dalam menetapkan hal terkait strategi dan fokus pengawasan. Selain itu untuk meningkatkan efektivitas penerapan manajemen risiko dan tata kelola yang terus memerlukan penyempurnaan pendekatan berdasarkan risiko.

Peringkat komposit adalah peringkat akhir hasil penilaian yang terdiri dari profil risiko, tata kelola, rentabilitas, dan permodalan dalam menerapkan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, serta prinsip syariah.

Direksi dan Dewan Komisaris BPRS wajib memastikan upaya untuk memelihara, memantau, dan melakukan langkah yang diperlukan untuk meningkatkan tingkat kesehatan bank. Konsekuensi pelanggaran peraturan ini mulai berupa sanksi administratif hingga larangan ekspansi usaha, jaringan kantor, dan penghentian operasional

BPRS perlu memahami dan melakukan praktik Model Tingkat Kesehatan BPRS yang telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dimaksud yang mengacu Risk Based Banking Rating (RBBR). Penerapannya mulai berlaku untuk posisi laporan bulan Desember 2022.

Untuk itu kami siap membantu dan melayani bagaimana para komisaris, direksi, dan dewan pengawas syariah mampu menafsirkan dan memahami aturan tersebut lewat Executive Overview Program ini guna memahami implementasi model penguatan tingkat kesehatan BPRS. Insha Allah mudah dan memudahkan !

Pelatihan 1
Optimalisasi Pengawasan Dewan Komisaris

Selasa, 27 September 2022
08.00 - 12.00 WIB

Pelatihan 2
Uji Petik Prinsip Syariah

Kamis, 29 September 2022
08.00 - 12.00 WIB

Slide 3
Banker Pebisnis

Selasa, 11 Oktober 2022
08.00 - 12.00 WIB

previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow