Restock.ID dan 9 BPRS Kerjasama Salurkan Pembiayaan Rp 50 Miliar

JAKARTA, investor.id – Penyelenggara fintech peer to peer (P2P) lending PT Cerita Teknologi Indonesia (Restock.ID) bekerjasama dengan HIK Grup melalui sembilan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) untuk salurkan pembiayaan Rp 50 miliar. Kerjasama itu memperluas jangkauan fintech lending dan BPRS dalam memberi akses modal kerja bagi UKM.

“Penandatanganan kerja sama sangatlah baik karena memperkuat jangkauan BPRS dan fintech dalam memberikan modal kerja bagi UKM yang tidak memiliki akses pembiayaan. BPRS memiliki kekuatan dalam pemahaman industri UKM dan fintech melengkapinya dengan kemampuan di sisi teknologi,” ujar CEO Restock.ID Muhammad Farid Andika melalui keterangan tertulis, Kamis (22/10).

Dia menyampaikan, pihaknya memulai dengan menitikberatkan pada inventori usaha sebagai data analisa kredit dan jaminan pembiayaan. Oleh karena itu, proporsi besar dari para penerima pembiayaan di Restock.ID berpusat pada pengusaha di industri ritel. Terutama pengusaha ritel menjual barangnya melalui berbagai platform e-commerce, atau D2C (Direct to Customer Brands).

Sementara itu, CEO dari HIK Grup Heriyakto S Hartomo menyatakan, perbankan perlu mengubah cara pandang dalam melakukan aktivitas ekonomi di berbagai industri digital seperti penggunaan e-commerce yang masif, yang juga telah melahirkan model-model bisnis baru. Diantaranya berupa layanan fintech lending dan sharing economy. “Melihat kenyataan tersebut, Industri BPRS harus melakukan inovasi dan terus adaptif terhadap perkembangan teknologi yang ada,” ucap dia.

Dia menjelaskan, HIK Grup melalui sembilan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) yang telah beroperasi sejak tahun 1993 memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia perbankan Syariah. Adapun menurut Heryakto, kerjasama dengan Restock.ID itu merupakan langkah strategis HIK Grup untuk dapat bersaing di tengah pertumbuhan teknologi di industri finansial. Dengan infrastruktur teknologi fintech lending yang dimiliki Restock.ID, HIK Grup berharap dapat memperluas basis peminjam sekaligus mempercepat proses pemberian pinjaman kepada pengusaha potensial, khususnya UKM.

Hal tersebut, kata dia, turut didukung sistem credit scoring yang termutakhir dari Restock.ID. BPRS di bawah HIK Grup berharap akan dapat memperlancar proses pembiayaan kepada UMKM, khususnya kepada pengusaha di era digital yang terbukti krusial dalam menopang ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Di sisi lain, Bendahara Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) Fuddy Heruzady menyampaikan, berkolaborasi itu menjadi sangat penting karena jadi tidak ada belanja investasi yang besar dalam pengembangan infrastruktur. “Jadi tidak menekan dari sisi permodalan serta tidak menutup kemungkinan dengan fintech bagaimana kolaborasi ini kedepannya akan menguntungkan kedua perusahaan dan masyarakat lebih jauh,” imbuh dia.

Dia mengatakan, revolusi digital melalui strategic partnership dan kolaborasi mengusung banyak manfaat seperti model bisnis yang saling melengkapi, menguntungkan dan mendorong tumbuh bersama. Alhasil, masyarakat yang dilayani lebih mudah, cepat, dan aman. Kolaborasi antara dua industri ini bisa berbentuk channeling sehingga BPRS berperan sebagai pemberi pinjaman dan bisa juga berperan sebagai tempat penempatan dana deposito.

Fuddy menilai, kolaborasi juga menguntungkan bagi BPRS di bawah HIK Grup lantaran bisa menawarkan layanan yang lebih murah. Misalnya, BPRS tidak perlu membuka cabang atau memperbanyak tenaga pemasaran untuk meningkatkan akuisisi nasabah terutama pada sisi funding dan lending, sehingga hal ini mampu membuat BPRS lebih efisien. “Secara prinsip BPRS di Indonesia harus mengikuti perkembangan dari 4.0 teknologi untuk meningkatkan pelayanan publik, dan di industri BPRS ini sangat dinamis dan menyesuaikan era digital serta menyesuaikan demand market kepada masyarakat dan industri perbankan,” tandas dia.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Read more at: http://brt.st/6QyV