Mulanya Reunian Jadi Triliunan

Sudah menjadi hal lumrah mengadakan reuni alumni suatu perguruan tinggi. Namun menjadi tidak biasa terjadi, ketika para alumni yang bertemu tersebut menciptakan bisnis bersama yang mampu mengumpulkan uang hingga triliunan rupiah.

Itulah yang dilakukan alumni HMI Komisariat FE Universitas Gadjah Mada (UGM). Kisah sukses alumni ini tertuang dalam buku berjudul “Mulanya Reunian Jadi Triliunan”.

Dalam buku tersebut menceritakan pundi-pundi triliunan rupiah itu terkumpul berawal dari inistiatif para alumni HMI Komisariat FE UGM memutuskan mendirikan Yayasan Harapan Mulya Insani atau yang disingkat dengan nama YAHMI yang pertama kali didirikan pada tanggal 25 bulan Juli 1990.

Pendirian yayasan ini merupakan ide yang spontan ketika para alumni HMI Komisariat FE UGM yang sedang mengadakan reuni pada saat itu seperti Karnaen Perwataatmadja, Rudjito, Fuad Bawazier, Gambar Anom, Sjahrir Tanjung, Budi Yuwono, dan beberapa anggota YAHMI lainnya.

Melalui YAHMI para alumni secara berjamaah mendirikan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) pertama dengan nama BPRS Harta Insan Karimah (HIK) yang sudah beroperasi sejak 1993. Sampai saat ini, selain BPRS HIK, YAHMI telah mendirikan BPRS lainnya, diantaranya BPRS HIK Bekasi, BPRS HIK Parahyangan, dan beberapa BPRS lainnya.

Ketua YAHMI Baridjussalam Hadi dkk mengatakan buku Mulanya Reunian Jadi Triliunan selain berisi tentang kebersamaan alumni HMI Komisariat FE UGM membangun silaturahmi dan membangun usaha, juga mengisahkan kontribusi YAHMI terhadap bangsa negara.

“Lahirnya buku ini dilatar belakangi sejarah perjuangan alumni pendiri YAHMI dan Induk serta BPRS perlu dicatat agar nilai-nilai perjuangannya abadi menjadi pembelajaran bagi generasi penerus baik keluarga maupun alumni FE UGM,” jelasnya, Selasa (17/11)

Buku Mulanya Reunian Jadi Triliunan diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa himpunan maupaun nonhimpunan, dosen, pegiat ekonomi rakyat, serta masyarakat.

Ketua Umum PMI, Ketua Dewan Masjid dan mantan Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla mengatakan buku ini layak sebagai buku pembelajaran bagi generasi muda.

“Pengalaman saya menjadi wakil presiden dua kali, ketua Dewan Masjid dan ketua PMI, tidak terlepas dari ajaran Islam dan praktik nyata di lapangan. Teruskan perjuangan, sebab berlian sekalipun ditaruh di lumpur akan tetap bersinar gemerlap. Dalam pengelolaan pembiayaan, tetaplah menerapkan sistem manajemen professional,” ujar pria yang disapa JK ini.

Lebih rinci, buku Mulanya Reunian Jadi Triliunan diterbitkan Elex Media Komputindo dijual dengan harga Rp110 ribu dan terdiri dari 360 halaman. Masyarakat bisa membelinya di toko buku Gramedia, online gramedia.com dan marketplace lainnya,

Rep. Aldiansyah Nurrahman

Sumber : https://sharianews.com/posts/mulanya-reunian-jadi-triliunan