Training AML CFT (Anti Money Laundering & Counter Financing Of Terrorism)

AML CFT merupakan sesuatu yang mutlak harus diterapkan oleh seluruh Perusahaan Jasa Keuangan. Khususnya sektor perbankan risiko digunakan oleh pelaku tindak pidana sebagai sarana pencucian uang sangat besar dan dengan peningkatan kualitas penerapan program anti Pencucian Uang dan/atau pencegahan Pendanaan Terorisme diharapkan bank dapat terhindar dari risiko tersebut dan risiko dikenakan sanksi oleh regulator. Maka dari itu PT Induk HIK melaksanakan kegiatan ini untuk pegawai jaringan kantor BPR Syariah HIK dilaksanakan selama dua hari, pada hai Rabu, 3 Mei 2017 bertempat di Sofyan Inn Tebet Jakarta Selatan.

 

Adapun tujuan dari kegiatan pelatihan ini ialah untuk memahami pengertian, fungsi, peran, bank dalam penerapan program APU PPT (Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme), memahami proses terjadinya pencucian uang, memahami modus pelaku pencucian uang, memahami ancaman sanksi bagi bank yang tidak menerapkan, memahami sanksi jika bank tidak melakukan kewajiban pelaporan penerapan APU PPT, dan memahami manajemen risiko APU PPT.

Peserta training AML CFT  adalah pegawai dari berbagai jabatan pada jaringan kantor BPRS HIK Ciledug, Parahyangan, Cibitung, Bekasi, Bogor dan Yogyakarta. Total peserta di kelas ada 21 orang.  Sedangkan instruktur pelatihan ini ialah Anzar Mulyantoro, SE, MM.

 

Peserta pelatihan “AML CFTmemberikan respon yang positif pada seluruh rangkaian pelatihan. Peserta menunjukkan antusiasme, semangat, dan inisiatif yang sangat baik, ditandai dengan aktif bertanya, berdiskusi, berkomentar, hingga memberikan wawasan, pemikiran, dan inspirasi. Beberapa diantaranya menunjukkan bakat dan potensi yang lebih dibanding dengan teman-temannya.

 

Pelatihan materi AML CFT akan meningkatkan pengetahuan, skill, dan perilaku jajaran pegaiwai BPRS HIK, dalam mengelola transaksi dan mengenali nasabah sehingga mereka akan mampu memberikan kontribusi terbaik guna meningkatkan kinerja bisnis perusahaan sebagai BPR Syariah terunggul dan terpercaya, serta menghindari bank terkena sanksi dari regulator.