HIK Induk Gelar Effective Selling Skill Training

Jakarta – PT. Induk Harta Insan Karimah menggelar kegiatan Effective Selling Skill Training pada 6 – 7 September 2017 di Hotel Sofyan Inn Tebet, Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari BPR Syariah HIK yang bernaung di bawah HIK Group.

Tujuan training ini untuk memberikan bekal kepada tenaga sales dan jajaran pimpinan/ manajer, sehingga diharapkan mereka mampu melakukan proses penjualan yang efektif dan menghasilkan bisnis serta keuntungan bagi perusahaan.

Di hari pertama, diawali dengan acara pembukaan dan kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ir. Dedi Hermania Iskandar selaku Trainer Induk HIK mewakili Direksi, karena Drs. Ec. H. Syahrir Tanjung, MBA selaku Direktur PT. Induk HIK berhalangan hadir. Dan selama pelatihan, acara dipandu oleh Muhammad Yasin Halim dan Fedhita Agma Nuraeni dari Induk HIK.

Dedi Hermania Iskandar mengatakan, para peserta training dari BPRS HIK mempunyai bakat dan cara masing-masing dalam selling. “Ada perbedaan, namun setiap individu memiliki potensi yang berbeda. Dan target bukan saja menguasai materi, tapi terinspirasi lebih baik. Kalau sekedar menguasai, tapi tidak bergerak, percuma,” katanya.

Selain itu, Pak Dedi, panggilan akrab Dedi Hermania Iskandar ini mengungkapkan, dengan adanya training ini akan menghasilkan para pemimpin di HIK yang akan datang. “Saya yakin akan menjadi sukses dan ada yang menjadi Direktur HIK. Buktinya Direktur sudah ada dari HIK, itu hasil training dan training salah satu faktor pendukung,” ujarnya.

Di tempat yang sama, peserta dari BPR Syariah HIK Insan Cita Bogor, Risda Putri Aulia, bercerita tentang pengalaman dirinya ketika memperkenalkan produk HIK kepada calon nasabah. HIK, katanya, sudah dikenal diwilayah kerjanya, jadi ia mudah dalam melakukan perkenalan produk. “Pernah ada yang gak mood (calon nasabah). Saya prospek untuk jadi nasabah di lapangan. Sebulan kemudian karena dia butuh uang untuk pembiayaan sertifikasi guru, maka ia datang lagi,” ungkapnya.

Lain halnya dengan peserta dari BPR Syariah HIK Yogyakarta, Miftahul Mufid Faturrahman, ia pun memiliki cerita yang berbeda. Ia mengungkapkan bahwa selama ini masih memakai nama MCI (Mitra Cahaya Indonesia) dari Group HIK. Setelah diakuisisi HIK, pihaknya baru memperkenalkan pembiayaan Sertifikasi Guru dan sebagian nasabah juga sudah membutuhkan pembiayaan Sergur. Selain itu, ada Tunjangan Kinerja (Tukin), khususnya di Kementerian Agama wilayah Yogyakarta. Tukin ini juga bisa bagi Perawat, Polisi, dan profesi lainnya. “Sebagai promosi (produk) untuk calon nasabah, itu kita mengadakan pertemuan baik yang sudah ambil dan tidak, dengan cara makan bersama,” katanya.

Persentasi Kelompok

Di hari kedua, setelah menerima materi training, maka setiap peserta yang telah dibagi perkelompok diberikan waktu untuk diskusi dan persentasi. Kelompok pertama yang persentasi adalah kelompok 5 yang dipimpin oleh Novita Alie. Kelompok ini mempersentasikan pembiayaan kelompok.

“Kami persentasi di depan ibu-ibu, terima kasih telah hadir. Pembiayaan ini sangat baik dan syaratnya sangat mudah. Cukup poto copy KTP, KK, Izin Suami dan formatnya kami sediakan. Dan pembiayaan kelompok ini hanya buat ibu-ibu saja,” ujar salah satu anggota kelompok 5 ini.

Kelompok 5 menambahkan, karena kaum Laki-laki kebanyakan bekerja, sehingga pembiayaannya diperuntuhkan untuk perempuan. Dan ada konsekuensi ketika jatuh tempo, maka diharuskan untuk membayar bagi salah satu anggota kelompok karena ini tanggung renteng. “Bagi perempuan yang telah menikah, janda, atau ditinggal pergi oleh suaminya. Karena ia miliki tanggung jawab besar untuk mencari uang angsuran,” ungkapnya.

Persentasi selanjutnya, Kelompok 1 yang diketuai oleh Rita Oktaviasari. Kelompok ini mempersentasikan Pembiayaan Sertifikasi Guru (Sergur). Pembiayaan ini agar Bapak/ ibu tidak terjerat oleh lembaga keuangan yang tidak bertanggung jawab. “Pembiayaan ini (Sergur) cicilannya mudah dan dapat digunakan, seperti Pendidikan, Umroh, dan Renovasi Rumah,” pungkasnya. Dan dilanjutkan oleh kelompok lainnya.

Pesan dan Kesan Peserta

Peserta dari BPR Syariah HIK Cibitung, Buyung Kirana Putra, mengatakan bahwa dirinya sangat termotivasi dalam pelatihan selling ini dikarenakan dapat menyerap berbagai ilmu, khususnya terkait perkenalan produk kepada nasabah. “Alhamdulillah udah dapat trik penjualan. Kegiatan ini juga demi berkembangnya lembaga keuangan syariah (HIK) dan memakmurkan masyarakat,” pungkasnya.

Hal yang sama dengan peserta dari BPR Syariah HIK Bekasi, Fery Mardani, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat menunjang untuk perbaikan skill di wilayah kerjanya. Kegiatan ini juga bisa menambah kepercayaan diri kami dalam melakukan persentasi produk. “Acara pelatihan effective selling skill ini sangat bermanfaat untuk kami sebagai karyawan BPRS HIK Bekasi. Kami menjadi bertambah ilmu pengetahuan mengenai selling skill yang bisa dapat diaplikasikan di kantor,” tandasnya.

Begitu pun bagi peserta dari BPR Syariah HIK Tegal, Ella Laeni, mengutarakan training ini sangat seru, interaktif, komunikatif, penyampaian materinya baik, sehingga cepat memahami materi yang disampaikan oleh Pemateri. “Pelatihannya bersifat kekeluargaan. Saya akan rindu dengan pelatihan seperti ini. Mungkin nanti bisa disediakan meja yang lebih besar agar aktifitas peserta dalam berkelompok lebih leluasa,” jelasnya.

Senada dengan peserta dari HIK Tegal, Rita Oktaviasari peserta dari BPR Syariah HIK Parahyangan, mengatakan materi training sangat sesuai dengan pekerjaan sehari-hari di kantor HIK. Materinya mudah dipahami dan kelasnya yang sangat menyenangkan. “Menjadi seller yang lebih baik lagi,” imbuhnya.

Dan lebih berkesan lagi, peserta dari BPR Syariah HIK Ciledug, Kamaludin Hamdi, menjelaskan training ini sangat menarik dan bermanfaat buat dirinya sebagai marketing dan berharap kegiatan ini tetap dilanjutkan untuk meningkatkan kemampuan karyawan. “Mendapatkan ilmu baru dengan cara yang menyenangkan dan happy. Lebih variatif dalam tema dan materi,” ungkapnya.

Peserta Terbaik

Selama pelatihan, Pemateri dan pemandu menilai para peserta yang berada di ruangan. Dan inilah hasilnya, yaitu:

Peserta Terinspiratif adalah yang memiliki pemikiran, komentar, pandangan, dan gagasan yang memberikan inspirasi baru, yaitu Miftahul Mufid Faturrahman dari BPRS HIK Yogyakarta.

Peserta Terprogres adalah yang menunjukkan progres paling besar di kelas, di awal sesi cenderung passif, namun di sesi-sesi berikutnya menjadi aktif, berinisiatif, dan bersemangat, yaitu Fery Mardani dari BPRS HIK Bekasi.

Peserta Teraktif adalah yang paling aktif bertanya, berkomentar, dan menyampaikan gagasan, yaitu Sudaryanto dari BPRS HIK Ciledug.

Adapun jumlah peserta training, yaitu: HIK Ciledug 6 orang, HIK Parahyangan 8 orang, HIK Bekasi 3 orang, HIK Cibitung 6 orang, HIK Insan Cita Bogor 1 orang, HIK Yogyakarta 1 orang, dan HIK Tegal 1 orang.