HIK Yogyakarta Gelar Workshop Pembiayaan


Yogyakarta - PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Harta Insan Karimah Mitra Cahaya Indonesia Yogyakarta menyelenggarakan workshop pembiayaan dengan tema Thoharoh/ Wash dengan Baitul Maal wat Tamwil pada beberapa bulan yang lalu. Acara ini dihadiri lebih dari 40 perwakilan BMT yang diundang dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Induk HIK, Saefuddien Hasan, menyampaikan profil HIK Group dan perkembangan selama 24 tahun. Ia berpesan, kuci sukses HIK selama ini ada 7 faktor, yaitu: 1. Modal (Mendukung Pertumbuhan),  2. Sumber Daya Insani (Mengelola Bisnis Secara Profesional), 3. IT (Mendukung Layanan dan Efisiensi), 4. Network (Daya Jangkau ke Nasabah), 5. Business Focus (Strategi yang Tepat), 6. Business Prosess (Sistem Manajemen untuk Mengelola Bisnis), 7. Leadership (Mengajak untuk mencapai Tujuan Bersama).

Direktur Utama BPRS HIK MCI Yogyakarta, Indra Wisaksono, memaparkan latar belakang kerjasama merupakan upaya sinergi antara BPRS dengan BMT sebagai mitra, yang dapat meningkatkan akses pelaku UMKM ke lembaga jasa keuangan untuk mendorong pertumbuhan dan pemberdayaan UMKM. Sehingga, sambungnya, dapat terjalin hubungan yang menguntungkan antara BPRS dan BMT, dengan memanfaatkan sumber daya secara optimal untuk manfaat bersama. Selain itu, ia juga memprakarsai dibentuknya Forum Likuiditas Bersama (APEX) BPRS dan BMT. BPRS kedepannya bertugas, yaitu: Mengumpulkan dan menyatukan dana (pooling of funds), Memberikan bantuan keuangan (Financial Assistance), Dukungan Teknis (Technical Support).

Dalam workshop, disampaikan kerjasama pembiayaan Thoharoh/ Wash channeling dengan BMT dan ditujukan untuk perorangan atau kelompok, meliputi: Pembiayaan Toilet, Pembiayaan Fasilitas Air, dan Pembiayaan Penyaringan Air. Akad dapat berupa Murabahah dengan Wakalah, Murabahah tanpa Wakalah (Bank langsung membayar kontraktor yang disepakati), dan Istishna (Anggota/ Nasabah, memesan paket Wash kemudian Bank membuatkan sesuai pesanan).