“Success Story” Nasabah UMKM BPRS HIK Manajemen Nguwongke Ala Laundry Lumintu

Berawal dari coba-coba dan melihat peluang pasar tahun 2006, Dian Riadi Fitra Daris Salam (35 tahun) atau biasa dipanggil pak Fitra membuka usaha Laundry di daerah Pluit. Awalnya, bisnis ini dikerjakan sendiri dengan tangan, lalu 3 (tiga) bulan kemudian mencoba 1 mesin laundry (top loading). “Saya selalu melihat peluang-peluang baru dan saya merasa di Pluit ini bisnis Laundry bisa berkembang”, demikian ucapnya ketika Tim Redaksi HIK berkunjung ke rumahnya. “Meski saya sadar, di Pluit sering banjir namun saya tetap menjalankan bisnis itu sampai sekarang, dari 1 karyawan dan 1 mesin, sekarang sudah 60 karyawan dengan 15 mesin laundry kiloan dan 6 mesin besar khusus laundry hotel”, tambahnya menceritakan kisah awal “Laundry Lumintu” (Lumintu artinya terus-menerus, red.) dibangun.

Di awal perjalanan bisnis “Laundry Lumintu”, masalah kerap datang seperti musim banjir, kebakaran, sampai di tipu orang. Namun, semua itu bisa dilalui dengan baik. “Bagi saya, masalah adalah perjalanan hidup yang belum sampai pada tujuan. Jadi saya bersikap pantang menyerah itulah fondasi hidup saya”, demikian pak Fitra memberikan nasihat. Saat ini, “Laundry Lumintu” dibagi menjadi 2 (dua) segmen pasar. Pertama, laundry kiloan khusus segmen rumah tangga dan perorangan. Kedua, laundry hotel khusus melayani order cucian hotel. Beberapa hotel berbintang 4 (empat) telah bekerjasama dengan Laundry Lumintu seperti Mercure Hotel, Alila Hotel, Mega Anggrek, Suit in Hotel Bandara, dan beberapa hotel kecil lainnya.

Laundry Lumintu telah berusia 10 (sepuluh) tahun. Dengan 4 (empat) armada transportasi, pak Fitra berharap jangkauan pasarnya semakin luas. “Alhamdulillaah, saat ini tiap hari kami rata-rata melayani 600 kilogram laundry kiloan dan 1 ton laundry hotel, baik sistem pick-up alias antar jemput maupun sistem datang sendiri ke lokasi” kata pak Fitra. “Kami pernah membuka agen, namun saat ini kami stop karena banyak agen yang tidak serius dalam bisnisnya,” ujarnya menceritakan. Dalam menjalankan bisnis laundry ini, pak Fitra punya tips sederhana namun sangat efektif dijalankan selama 10 tahun ini yaitu “manajemen nguwongke”. Artinya, setiap karyawan dihargai sebagai pemilik bisnis ini. “Saya selalu berpesan pada semua karyawan, bahwa Anda harus belajar dan memiliki bisnis ini. Agar, saatnya nanti, ketika Anda sudah memiliki ilmunya, Anda bisa keluar dan buka bisnis sendiri”, demikian pesan pak Fitra pada semua karyawannya.

Nah, untuk memperluas pasar hotel, terutama untuk pembelian mesin-mesin besar, Pak Fitra dibantu oleh BPRS HIK. “Saya sangat berterima kasih kepada HIK atas bantuan pinjamannya. Karena dari pinjaman itu bisa saya belikan mesin-mesin besar untuk melayani pasar Laundry Hotel,” ucapnya dengan nada bahagia. “Saya pun berharap, nanti BPRS HIK juga bisa memberikan pinjaman lagi untuk kami investasikan beli tanah di daerah Joglo,” harap Pak Fitra pada HIK menutup obrolan singkat kami